Instruksi Bupati Lucky Hakim Dieksekusi, Satpol PP dan TNI-Polri Gempur Peredaran Miras di Sejumlah Kecamatan


INDRAMAYU, - Komitmen Bupati Indramayu Lucky Hakim dalam memberantas peredaran minuman keras (miras) langsung dieksekusi di lapangan. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Indramayu bersama TNI-Polri menggelar razia minuman beralkohol (mihol) secara serentak di sejumlah wilayah, Sabtu (15/8/2026) malam.

Razia gabungan ini menyasar sejumlah titik yang diduga menjadi tempat penjualan hingga gudang penyimpanan miras. Langkah tegas ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Bupati Lucky Hakim pada Jumat (14/8/2026) untuk menegakkan Peraturan Daerah Nomor 15 Tahun 2006 tentang Pelarangan Minuman Beralkohol di Kabupaten Indramayu.

Aparat gabungan yang terdiri dari unsur Kecamatan, Satpol PP, TNI dan Polri bergerak bersama di masing-masing wilayah.

Di Kecamatan Jatibarang, Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) memimpin langsung operasi untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. Operasi serupa juga digelar di Kecamatan Lohbener, Sliyeg, hingga Kecamatan Patrol.

Langkah ini diambil untuk menjaga kondusivitas lingkungan serta mencegah potensi tindak kejahatan dan kriminalitas yang kerap dipicu oleh pengaruh alkohol.

Pemkab Indramayu menilai, dampak buruk alkohol yang menghilangkan kesadaran penggunanya harus ditekan sejak dari sumber peredarannya. Dengan razia rutin, diharapkan potensi gangguan kamtibmas akibat miras dapat diminimalisir.

Kebijakan tegas tersebut mendapat dukungan penuh dari masyarakat. Asep (35), warga Jatibarang, mengaku resah dengan keberadaan miras di lingkungannya.

"Tidak ada manfaatnya sama sekali dari miras, malah bikin resah dan risih. Saya sangat mendukung langkah Bupati," ujarnya.

Ia pun berharap razia tidak hanya seremonial, melainkan dilakukan secara berkelanjutan.

"Saya mendambakan lingkungan yang damai, aman dan nyaman bebas dari mihol. Semoga razia terus kontinu, supaya Indramayu REANG (Religius, Ekonomi Kerakyatan, Aman, Nyaman, dan Gotong Royong) benar-benar dirasakan masyarakat," pungkasnya.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama