INDRAMAYU, - Keluhan warga Indramayu kota terkait 3 hari tidak mengalirnya air PDAM dalam beberapa hari terakhir akhirnya dijawab pihak Perumdam Tirta Darma Ayu Indramayu.
Dari voice note Kang Aming, selaku Asisten Manajer (Asmen) Hubungan Pelanggan (Hublang) di PERUMDAM Tirta Darma Ayu Kabupaten Indramayu, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan pelayanan. Ada dua faktor utama yang membuat distribusi air tidak maksimal.
Faktor pertama, sumber air baku untuk wilayah perkotaan Indramayu yang berasal dari Sungai Cimanuk tepatnya di Bendung Bangkir mengalami kerusakan. Bendung karet di Bangkir sobek dan sudah berlangsung selama satu minggu.
"Bendung karetnya sobek Pak, sudah satu minggu sudah diupayakan perbaikan. Insyaallah hari ini, pas tadi malam kami pantau itu sudah membaik, artinya bahan baku Alhamdulillah sudah mulai tertampung kembali," ujar pihak PDAM dalam keterangannya.
Faktor kedua, adanya proyek normalisasi saluran pemerintah yang merupakan proyek nasional di Jalan Raya Pekandangan, jalur Indramayu - Jatibarang. Dalam proyek pemasangan gorong-gorong yang memutus jalan dari sisi kanan ke kiri tersebut, Jaringan Distribusi Utama (JDU) milik PDAM berukuran 16 inch ikut terdampak alat berat.
"Ada JDU atau pipa jaringan distribusi umum kami yang melintang itu kena beko dan kemarin malam dua hari sudah kami perbaiki Alhamdulillah," jelasnya.
Pihak PDAM menjelaskan, pipa 16 inch tersebut membutuhkan waktu pemadatan air selama 3-4 hari untuk mengisi ruang kosong di sepanjang jaringan pipa dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) hingga ke jaringan distribusi.
Diperkirakan, dalam waktu beberapa hari ke depan, air akan kembali mengocor normal ke seluruh Sambungan Rumah (SR) pelanggan.
"Intinya kami sudah mengupayakan, apa yang terjadi sudah kami antisipasi dan sudah kami perbaiki. Ini bertahap untuk menunggu pemadatan. Sekali lagi saya selaku Hubla Cabang Indramayu mewakili PDAM Indramayu mengaturkan mohon maaf seribu maaf atas ketidaknyamanan dalam pelayanan kami," tutupnya.
Hingga berita ini diturunkan, petugas di lapangan terus berupaya melakukan normalisasi tekanan air agar distribusi kembali maksimal.
