Tutup MPLS Sekolah Rakyat di Terisi, Bupati Lucky Hakim Beri Pesan Haru: Kemiskinan Bukan Kehinaan, Pendidikan Kunci Ubah Nasib

INDRAMAYU, - Bupati Indramayu Lucky Hakim secara resmi menutup Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Indramayu di Desa Cikawung, Kecamatan Terisi, Selasa (18/8/2026).

Penutupan MPLS yang mengusung tema “Membuka Pintu Kesempatan, Menjemput Harapan” itu menjadi titik awal bagi ratusan siswa untuk menapaki masa depan baru melalui pendidikan.

Dalam sambutannya, Bupati Lucky Hakim menegaskan bahwa kehadiran Sekolah Rakyat merupakan wujud nyata negara hadir untuk kelompok prasejahtera. Program ini dirancang untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui akses pendidikan gratis dan berkualitas.

"Kemiskinan bukanlah sebuah kehinaan, melainkan kondisi yang bisa diubah melalui kesempatan, pendidikan, kerja keras, dan semangat untuk maju. Jangan minder," tegas Bupati Lucky Hakim di hadapan para siswa.

Menurutnya, di Sekolah Rakyat para siswa tidak hanya mendapatkan pendidikan, tetapi juga fasilitas asrama yang aman, nyaman, serta pemenuhan gizi yang memadai sebagai bekal meraih masa depan.

Bupati Lucky juga berpesan agar lingkungan sekolah harus steril dari perundungan dan kekerasan.

"Sekolah Rakyat ini harus aman dan nyaman bagi anak-anak. Jangan sampai ada perundungan dan kekerasan. Kalau ada apa-apa jangan sungkan, cerita sama gurunya," pesannya.

Saat ini SRT 1 Kabupaten Indramayu menampung total 370 siswa. Rinciannya, 270 siswa baru yang terdiri dari 90 siswa SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA. Ditambah 100 siswa rintisan yang terdiri dari 50 siswa SD dan 50 siswa SMP.

Kepala SRT 1 Kabupaten Indramayu, Mardiani, menyebut keberhasilan Sekolah Rakyat membutuhkan kolaborasi kuat dengan Pemkab Indramayu.

"Dibutuhkan sinergi, dukungan, dan kolaborasi dari berbagai pihak, khususnya Pemkab, sehingga cita-cita untuk memberikan pendidikan yang bermutu, inklusif, dan berkeadilan dapat terwujud, serta mencetak generasi Indramayu yang cerdas, berkarakter, mandiri, dan memiliki masa depan yang gemilang," kata Mardiani.

Ia juga mengingatkan bahwa selesainya MPLS bukan akhir belajar, melainkan awal untuk membangun karakter, disiplin, dan rasa percaya diri.

Dukungan juga datang dari tenaga pendidik. Anisa Istiqomah, guru SMP SRT 1 Indramayu, mengaku Sekolah Rakyat menjadi tantangan sekaligus pengalaman berharga.

"Selain membantu siswa bertumbuh, dengan adanya SRT yang mungkin lebih perlu bimbingan khusus, saya perlu belajar lebih banyak lagi, terutama dalam membangun karakter murid. Saya berharap dukungan Pemkab terus berlanjut," ungkap Anisa.

Kebahagiaan juga dirasakan siswa. Bunga Aprilia, siswi kelas VII SMP SRT 1 Indramayu, mengaku senang dengan kegiatan sekolah terutama Pramuka.

"Saya sangat suka kegiatan Pramuka. Guru-guru juga sangat membantu untuk belajar. Terima kasih kepada Presiden dan Bupati Indramayu atas kesempatan yang diberikan kepada kami untuk mendapatkan pendidikan di Sekolah Rakyat," ucap Bunga haru.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama