INDRAMAYU, DERMAYU INGPOH - Ada yang beda di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu. Selain pembinaan mental, warga binaan kini diajari jadi peternak handal melalui program budidaya entog.
Terbaru, Lapas Indramayu mengembangkan 100 ekor bibit entog dan sepasang indukan pada Rabu, 19 Agustus 2026.
Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Fery Berthoni, mengatakan program ini adalah bagian dari pembinaan kemandirian lewat kerja produktif.
"Pengadaan bibit entog ini merupakan bagian dari upaya kami untuk meningkatkan kegiatan pembinaan kemandirian warga binaan, khususnya di bidang peternakan," ujar Berthoni.
Tak cuma bibit, Lapas juga menyiapkan sepasang indukan untuk keberlanjutan program.
"Selain 100 ekor bibit, kami juga menyiapkan sepasang indukan untuk mendukung keberlanjutan program ini," katanya.
Ratusan bibit itu akan dipelihara hingga mencapai bobot panen sekitar 3,5 kg hingga 4,5 kg dalam waktu 3 bulan.
Menurut Berthoni, tujuan utama bukan sekadar panen entog, tapi skill yang didapat warga binaan.
"Yang paling penting bukan hanya hasil ternaknya, tetapi bagaimana warga binaan mendapatkan pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman nyata dalam mengelola peternakan," tegasnya.
Ia berharap keterampilan ini jadi modal berharga saat mereka bebas nanti.
"Harapannya, keterampilan ini bisa menjadi bekal ketika mereka kembali ke masyarakat," ucap Berthoni.
Program ini juga sejalan dengan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mewujudkan kemandirian pangan.
"Program ini kami arahkan agar warga binaan semakin produktif dan memiliki keterampilan yang bisa dikembangkan secara mandiri. Dengan begitu, pembinaan di dalam Lapas benar-benar memberikan manfaat dan menjadi persiapan bagi mereka untuk kembali ke masyarakat," tutupnya.
(RRI)
