INDRAMAYU, DERMAYU INGPOH - Pemerintah Kabupaten Indramayu mengambil langkah tegas untuk menjaga ketahanan pangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi. Pemkab resmi menetapkan lahan seluas 92.888 hektare sebagai Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).
Penetapan itu disampaikan Bupati Indramayu, Lucky Hakim, Rabu (19/8/2026).
“Kami telah menetapkan batasan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) guna mencegah alih fungsi lahan. Adapun luas lahan LP2B mencapai 92.888 hektare,” tutur Lucky.
Bupati menegaskan komitmennya mempertahankan Indramayu sebagai lumbung pangan nasional. Dengan adanya LP2B, alih fungsi sawah menjadi perumahan atau bangunan liar bisa dicegah.
Namun di sisi lain, Pemkab Indramayu tidak menutup pintu untuk investasi.
Lucky mengungkapkan, Pemkab juga telah menyiapkan lahan seluas 14.110 hektare untuk kawasan industri. Tujuannya jelas: membuka lapangan kerja seluas-luasnya untuk warga Indramayu.
“Disiapkannya lahan untuk industri bertujuan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat Indramayu. Langkah ini diharapkan dapat menekan angka pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Indramayu dengan menyediakan opsi bekerja di dalam negeri,” jelasnya.
Produksi 1,7 Juta Ton & Jurus Lawan Kekeringan
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Indramayu, Sugeng Heriyanto, menjelaskan target produksi padi tahun ini di kisaran 1,6 juta - 1,7 juta ton gabah kering panen (GKP) dengan produktivitas rata-rata 6,8 ton per hektare.
“Kabupaten Indramayu menjadi salah satu daerah penyumbang padi terbesar di Indonesia,” tutur Sugeng.
Ia mengakui kendala masih ada, terutama di musim kemarau untuk sawah tadah hujan. Untuk itu, Pemkab terus melakukan mitigasi melalui bantuan pompa air dan pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT).
Sugeng menyebut, pihaknya telah mengajukan 63 titik JIAT ke BBWS Citarum dan sudah disetujui dibangun. Ada tambahan 47 titik lagi yang masih dalam proses.
“Pembangunan JIAT akan diprioritaskan untuk persawahan tadah hujan yang rentan kekeringan. Di antaranya Gantar, Kroya, Terisi, sebagian Cikedung, dan sebagian Gabuswetan,” terangnya.
“Ini adalah upaya kami dalam memitigasi kekeringan di Kabupaten Indramayu. Tidak akan bisa berjalan tanpa dukungan semua pihak, terutama teman-teman petani. Saling bersinergi itu yang paling penting,” pungkas Sugeng.
